04 Nov

CATATAN YANG HARUS DIUBAH

Entah ku harus memulai dari mana ceritanya, yang bisa membawa saya ke situasi seperti seperti sekarang ini ,
Mungkin saya harus bercerita tentang bagaimana saya mengambil keputusan. Dan kemungkinan besar cerita yang ini akan lebih ga nyambung lagi dari biasanya 😀

Oke saya mulai ceritanya jeng jeng 😀


Bisa dibilang dahulu saya anak kampung yang sering bermain layangan di mana ada angin ^^ #tukangaprak
dan bahkan saya sering ikut berpartisipasi dalam budaya ngaronce . Kalian tau apa itu ngaronce ? Ya wajar saja jika kalian tidak tahu, hanya orang sunda saja yang tahu apa itu ngaronce , itupun tidak semua tau -____- 
Baiklah ngaroce adalah suatu hal yang blablablabla #so’formal
Ya intinya ngaronce itu ngejar layangan punya orang ataupun punya kita yang sudah putus melayang di udara. Siapa cepat dia yang akan dapat #semacamaduketangkasan wkwk

Berbeda dengan saya yang senantiasa hanya ingin ikut ikutan saja bersenang senang menunggu di belakang mereka dan hanya berharap layangan tersebut menghampiri saya –” watir sekalikan ? 
Begitulah saya saat ngaronce –” hal yang saya ceritakan barusan sebenarnya bukan hanya membahas tentang bagaimana saya bermain layangan saja tapi ada point penting dalam kelakuan saya saat ngaronce . Pada saat ngaronce saya hanya bisa dibelakang , menunggu dan berharap . Dan hal tersebut sayangnya saya bawa hingga saya sampai sebesar ini , suatu hal yang sangat sepele mungkin pada saat itu tapi ternyata hal tersebut sudah menjadi kebiasaan saya –“
Meskipun dibelakang itu tak akan berbahaya tetapi saya tak akan menjadi seseorang yang akan mendapatkan layangan itu 
Sekarang kita bawa ceritanya ke kasus kasus di SMA deh yang pertama , pada saat berlangsungnya rapat , pembelajaran , seminar , dan lain sebagainya saya selalu memilih diam dari pada mengungkapkan argumen , pertanyaan dan apalah itu dalam rangka tidak ingin ribet .

Kasus yang kedua , saat saya menyukai *sensor* saya hanya bisa mendekati , berharap dan meyakinkan tetapi saya sendiri tidak yakin dengan itu , dan akhirnya saya memilih untuk cari aman . Dan saat ada orang lain mendekatinya pun saya hanya bisa tersenyum dengan segala harapan dan amannya saya padahal orang lain sudah melangkah lebih awal wkwkwk dan pada akhirnya saya sendiri yang menyesalinya sendiri –” dan berfikir “andai saja saya bisa mendapatkan layang layang itu”.
Ya begitulah pendeknya cerita saya semoga jadi pembelajaran bagi yang membaca ^^
Share this

Leave a reply