14 Feb

Dikelilingi oleh manusia yang penuh dengan tipu muslihat

apakah kamu pernah berpikir bahwa kamu hidup dalam keadaan yang teramat sangat tidak dapat dipercaya? jika tidak, itu hal yang wajar pada umumnya. karena pertama, saat kita masih duduk di Taman kanak-kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah kita kita masih hidup dalam pengawasan orangtua kita dan juga guru-guru kita di Sekolah ataupun pengajian. setelah pergi merantau dengan keadaan yang selalu dijaga oleh orang tua kita, kita tidak bisa langsung menerima hal tersebut secara langsung. terkadang penuh pertimbangan untuk menentukan teman, pergaulan ataupun organisasi apa yang ingin kita ambil.

waktu terus berjalan dan lambat laun ku ditemukan dengan berbagai karakteristik orang-orang yang sangat variatif. dari yang superbaik, sampai superbrengsek ada 😀 dan diantara semua itu kutemui orang dengan ragam tipu muslihat dengan beberapa kejadian seperti ini :

  1. Dia berbicara seolah dia tahu segalanya dan ternyata hanya mengada-ngada dengan pemikiran yang sedikit ampas.
  2. Terlalu banyak sandiwara terhadap orang yang bisa menguntungkan bagi dia, dan menghalalkan suatu kebohongan agar terlihat baik didepan orang lain hahaha
  3. Membuat aturan yang padahal dia sendiri tidak menepatinya dengan baik. contoh : kamu jangan bikin grup-grupan kayak gini, eh padahal sendirinya ampas -_-
  4. Menjelek-jelekan orang lain dengan ataupun tidak adanya kebohongan yang dia ucapkan, yang padahal orang yang dijelek-jelekan itu bahkan lebih baik dari dia.
  5. Menjelek-jelekan orang lain agar dirinya terlihat tinggi dengan tujuan menguntungkan dia juga hahaha
  6. Sombong dan membangga-banggakan dirinya sendiri.
  7. Bukan memaparkan kebenaran, tetapi memberikan pembenaran terhadap apa yang dia perbuat.

yaaa, biasalah dengan beberapa ciri di atas pasti setidaknya pembaca ada yang merasa bahwa dirinya adalah salah satu diantaranya. tapi jangan hawatir, ketakutan akan sifat buruk itu selalu akan ada pada setiap orang.

memang benar dari beberapa pesan guru-guruku bahwa kehidupan di luar lingkungan kita saat kecil itu memang sangat ganas yang dimana setiap orang mungkin lebih memikirkan dirinya sendiri, keuntungannya sendiri dan kepuasannya sendiri tanpa memperhatikan dampak dan perasaan orang lain. Dan sekarang aku hidup diantara orang-orang tersebut yang sangat menjengkelkan.

meskipun demikian, tetaplah menjadi orang terbuka yang tidak melupakan bagaimana caranya membatasi kita dengan orang lain. tidak semua orang bisa dipercaya. tapi tidak ada salahnya percaya pada orang lain. tidak mempercayai bukan berarti beranggapan buruk terhadap orang lain. Bismillah semoga tidak menjadi seseorang yang penuh dengan tipu muslihat. aamiin

“Lebih baik kecewa karena mempercayai seseorang, daripada kecewa karena berprasangka buruk pada seseorang”

  • Anggi Agustian Tamfan dan Berani
Share this

Leave a reply