11 Oct

Mengenang Masa Kejayaan?

Tidak lama ini saya mencoba membongkar jejak-jejak direct message saya di salah satu sosial media. Tak ku sangka banyak sekali harta karun yang saya miliki di sana, baik chat tentang curhatan orang lain kepada saya, tentang pengakuan perasaan orang lain pada saya dan waktu saya ingin mengenal seseorang melalui media sosial tersebut.

Lalu ku bercerita pada salah satu pelaku yang ada pada direct message saya, dan ya terjadilah suatu pembahasan yang tidak membosankan tentang pesan-pesan yang tertulis disana. Dan banyaknya tentang asmara, pengakuan dan pendekatan diri baik aku ataupun orang lain. Dilain sisi ku aktif pada salah satu organisasi keagamaan (rohis) di SMA.

*FYI, ku bahas salah satu media sosial yang aktifnya saat SMA. kalau Facebook udah dari SMP*

dan ya dengan lantang ku tolak untuk berpacaran saat itu, meskipun saat itu tidak orangnya secara langsung berbicara pada saya, dan itungannya bukan cuma satu aja yang bilang hmm *repot juga jadi terkenal*

Bagaimana kamu tidak bisa tertawa dengan hal lama yang sudah kamu lakukan dahulu HAHAHA. Memang saat itu pertama kali pacaran cukup lama hampir 1 tahun dan pikiranku menginginkan putus untuk tidak berpacaran kembali. Namun cukup berat juga dengan godaan bagaimana wanita-wanita itu mengejarku *menggelikan sekali bung wkwk.

Bagaimana? benar-benar masa kejayaan kan?

Tapi bukan itu masa kejayaan yang sesungguhnya, hal itu hanya pengantar bagaimana saya ingin membuat tulisan tentang ini. Jika ku bandingkan sekarang dan dahulu sangatlah jauh berbeda, bisa dibilang masalaluku adalah masa kejayaanku yang memang benar-benar aku rindukan.

Dari mulai saat ku TK berhasil masuk 3 besar lulusan terbaik (meskipun TK ku bangga, karena ku langsung Nol Besar HAHA), lalu ku beranjak ke Sekolah Dasar ku berhasil menjadi Murid Teladan dan Berprestasi selama 6 tahun lamanya (huedew). Dan beberapa track rekorku saat SD kelas 4 pada saat PORSENI ku sudah mewakili kecamatanku untuk bertanding badminton di tingkat kabupaten, meskipun ya hasilnya tidak terlalu baik. Selain itu ku punya suara yang mungkin di atas rata-rata (hahaha) yang membawaku ikut lomba kembali paduan suara dan pupuh (ntap kan?). Adapun beberapa tropi yang ku menangkan saat SD :

  1. Juara 1 Olimpiade Matematika Wilayah berapa ya lupa dan akhirnya juara 4 Sekabupaten
  2. Juara 1 Murid Teladan Sewilayah
  3. Juara 1 lomba cerdas cermat bahasa inggris, meskipun sekarang ku cupu dalam bahasa inggris.
  4. Juara 2 Lomba Pupuh Sewilayah.
  5. Juara 1 Paduan Suara Sewilayah.
  6. Juara 2 Pianika Sewilayah.
  7. Juara 1 Badminton Sewilayah.

Cukup banyak kan? dan saya lulus menjadi lulusan terbaik saat SD. Begitu pula SMP, ku lulus menjadi lulusan terbaik juga, meskipun ku tidak pernah mendapatkan tropi apa-apa saat SMP, hanya sampai menjadi peserta olimpiade, murid teladan, dan porseni badminton saja.

Dan SMA ku tak menjadi apa-apa hanya pernah menjadi seorang ketua kelas dan pernah sekali mewakili sekolah mengikuti OSN di Bidang Komputer. sudah hanya itu saja, dan sampai saat ini ku tidak mencetak apapun prestasi tertulis. Hanya disibukan menjadi panitia dan Ketua dari salah satu UKM yang ada di kampus :))

Terlihat sekali penurunan yang drastis dari saat kecil ku sampai sekarang, hal itu menggambarkan bahwa semakin kau tumbuh dewasa, semakin banyak hal yang perlu kamu selami juga ^^ dan yang jelas aku tidak pernah merasa kecewa dengan apa yang aku jalani, terus berjalan di jalan yang sudah kupilih dengan mengejar apa yang ingin kugapai dan akan sampai saatnya tiba ku menemukan masa kejayaan itu lagi 😀

 

Anggi Agustian – Semester 7 – Tingkat Akhir (lagi garap skripsi)

Share this

Leave a reply